3 Kepala Desa Ditahan Kejari Kolaka karena Diduga Korupsi Dana Desa
- Tiga kepala desa yang telah menjalani pemeriksaan pada Rabu malam (18/4/2018), digiring untuk dibawa ke Rutan Kelas 2B Kolaka. (Foto: iNews/Asdar Lantoro) -

3 Kepala Desa Ditahan Kejari Kolaka karena Diduga Korupsi Dana Desa

20 Nov 2019, 13:16:11 WIB, by: Firdaus

Tiga kepala desa di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolaka pada Rabu malam (18/4/2018). Ketiganya ditahan setelah menjalani pemeriksaan selama enam jam. Mereka diduga melakukan tindak pidana korupsi alokasi dana desa (ADD) dan dana desa dengan kerugian negara mencapai ratusan juta rupiah.

Ketiga kepala desa yang ditahan, yakni Kades Puulaulo Kecamatan Samaturu, Mutmain, Kades Palewai Kecamatan Tanggetada, Andi Fitriani dan Kades Gunung Sari Kecamatan Watubangga, Muh Hartono. Ketiganya resmi ditahan karena diduga melakukan tindak pidana korupsi ADD dan dana desa tahun 2016 dan tahun 2017 lalu.

Menurut Kasi Pidana Khusus Kejari Kolaka Abdul Salam, penahanan ketiga kepala desa ini atas pengembangan penyelidikan yang dilakukan pada bulan Agustus tahun 2017 lalu. Ketiganya melakukan korupsi ADD dan Dana Desa dengan cara membuat laporan pertanggungjawaban (lpj) yang tidak sesuai dengan fakta. "Selain itu, ada pekerjaan mereka yang sampai saat ini belum selesai dikerjakan. Mereka mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp200 juta, dari masing-masing desa," kata Abdul Salam.

Abdul Salam menambahkan, kemungkinan akan ada tersangka baru dari pihak-pihak lain yang melakukan pemeriksaan terhadap administrasi dan pertanggungjawaban keuangan kepala desa. Pihak tersebut dianggap lalai dalam memberikan petunjuk tentang pelaksanaan dan pengelolaan ADD dan Dana Desa, sesuai aturan yang berlaku.

Sementara kuasa hukum ketiga tersangka, Laode Faizi menyayangkan penahanan kliennya. Salah satu tersangka masih dalam kondisi sakit sehingga pihak jaksa dinilai telah melanggar hak-hak tersangka. "Hasil pemeriksaan dokter, salah satu kepala desa, yaitu Kepa Desa Puulaulo Kecamatan Samaturu, Mutmain, dalam kondisi sakit. Seharusnya penahanan tidak bisa dipaksakan,” kata Laode Faizi.

Kini ketiga kepala desa tersebut ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 2B Kolaka. Ketiganya terancam dijerat dengan pasal 239 jo pasal 18 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukumannya minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun serta denda minimal 50 juta dan maksimal Rp1 miliar.

 

TAGS : pidana-khusus

Tuliskan Komentar